BERITA SELENGKAPNYA


post: 2017-09-26 12:31:10
berita ini telah dibaca: 25 kali


Hasilkan Panen Rp 25 Juta Dengan Tanam Pohon Gaharu

Dinas Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan) menganjurkan para petani agar menanam pohon gaharu. Anjuran ini bukan tanpa sebab karena nilai ekonomis pohon gaharu jauh lebih baik dari pohon jati. Dilihat dari harganya lebih memang mahal. Tapi jika sudah panen selama 5 tahun, bisa menghasilkan keuntungan Rp 25 juta. "Pohon gaharu itu 5 tahun bisa menghasilkan omzet yang luar biasa. Kalau sudah dipanen kurang lebih Rp 25 juta," Ketua Umum Kontak Tani Nelayan dan Andalan (KTNA) Kementerian Pertanian, Winarno Tohir, Jakarta, Senin (19/5). Menurut Winarno, nilai keuntungannya lebih mengiurkan dari pada pohon jati. Selama ini banyak yang belum begitu mengetahui keuntungan pohon gaharu. Bahkan ada yang menganggap sebelah mata terhadap panen pohon gaharu ini. "Sekarang mulai menjadi primadona," terangnya. Pohon gaharu bisa ditanam dengan jarak tanamnya 6x4 atau 6x5. Satu hektare bisa ditanam 500 pohon gaharu. Perawatannya juga mudah, bisa ditanam di lahan mana saja. Mengenai bibit gaharu, pihak Kementan sudah menyiapkan stok. "Jika ada yang mau menanam gaharu sudah disediakan. Bibitnya ada, penyediannya dari kami(Kementan). Itu hasil dari petani, nantinya jika ada yang beli saya tanggung jawab terhadap yang dihasilkan," ujarnya. Bibit gaharu sudah tersedia sekitar 6.000 bibit. Setelah diberi tahu bagaimana cara penanaman dan cara meliharanya, maka akan didata Kementan. Datanya nanti akan dilakukan oleh Dinas Perkebunan. "Jadi ini (pohon gaharu) belum masuk data Dinas Perkebunan. Tadinya karena pohon gaharu belum dianggap tanaman yang menguntungkan, baru sekarang kita data," ungkap Winarno

[ Kembali ]